Penyakit Pada Burung Love Bird Dan Cara Mengobatinya

Penyakit Pada Burung Love Bird Dan Cara Mengobatinya

Penyakit Pada Burung Lovebird – Mengetahui banyak sekali permasalahan “Penyakit” yang sering terjadi dalam merawat burung lovebird juga merupakan suatu keharusan bagi pemeliharanya. Sebagai pemelihara diwajibkan untuk memperlihatkan perawatan sebaik-baiknya pada binatang peliharaan kesayangannya.

Berikut Beberapa Penyakit Burung Lovebird Yang Kamu Bisa Pelajari 

Mempunyai pengetahuan banyak sekali permasalahan yang biasa terjadi dalam perawatan burung lovebird akan menciptakan kita menjadi lebih tenang, alasannya yakni kita sudah tahu cara mengatasinya. Penting sekali anda untuk mengetahui beberapa daftar permasalahan yang biasa terjadi pada love bird menyerupai dibawah ini.

Penyakit Egg Binding Pada lovebird

Permasalahan dalam ternak lovebird yang sering mennyebabkan indukan betina mati yakni Egg binding atau biasa disebut dengan telur lengket. Untuk memperkecil maut induk betina alasannya yakni egg binding sanggup dilakukan dengan cara menyerupai berikut:

  • Sediakan alat sepet (berisi minyak goreng yang masih baru/fresh sebanyak 1 ml).
  • Minyak goreng

Cara menanggulanginya:

  • Pegang lovebird dengan posisi terlentang, kemudian anda lolohkan memakai sepet yang berisi minyak goreng ke mulutnya.
  • Selanjutnya, teteskan minyak goreng pada anus LB. Setelah itu, urut secara perlahan-lahan dan sambil ditekan sesekali.
  • Setelah prose situ selesai, masukan kembali lovebird yang mengalami egg binding kedalam kandang yang dikerodong. Lihat jadinya pada keesokan harinya.

 Cacat Kaki Pada Lovebird

Banyak sekali terjadi anakan lovebird yang kakinya tidak sanggup untuk bangkit serta jari kaki tidak sanggup mencengkeram dengan sempurna. Penyebab terjadinya hal ini dikarenakan materi sarang yang terdapat pada kandang tidak mencukupi dan menimbulkan lovebird tidak mempunyai dasar untuk berpijak pada kawasan yang tidak licin.

Kasus ini sering terjadi pada dasar kandang yang memakai papan triplek. Untuk itu sebaiknya gunakan papan yang belum diserut atau dihaluskan sebagai papan dasar pada sangkar.

Mengatasi anakan lovebird yang sudah terlanjur cacat sanggup anda lakukan dengan memasung kakinya dengan kain. Caranya yakni tarik kedua kaki ketengah sedikit kencang.

Penyakit Snot

Jenis penyakit yang menyerang mata ini memang sangat berbahaya bagi burung Lovebird. Namun anda juga tidak perlu risau, alasannya yakni kalau di lakukan perawatan dengan baik penyakit Snot ini sanggup disembuhkan.

Pada umum nya lovebird yang terkena Snot yakni sering keluar cairan pada pecahan mata, alasannya yakni adanya rasa yang mengganggu maka burung akan sering menggosokan matanya pada tenggeran atau pada jeruji kandang secara berulang-ulang, berkurangnya nafsu makan yang menimbulkan tubuh menjadi kurus, adanya pembengkakkan disekitar kelopak mata yang berwarna merah, kalau sudah terlalu usang burung mengalaminya maka tekstur kotorannya akan cair serta berwarna putih dengan busuk yang menyengat.

Cara Menangani Lovebird Yang Terkena Snot

  • Sifat penyakit ini yakni menular, jadi sebaiknya burung dikarantina/dijauhkan dengan burung lainnya terlebih dahulu.
  • Hentikan proses memandikan dan penjemuran, kerodong kandang (usahakan ada sedikit cahaya) dan tempatkan di ruangan yang sepi.
  • Berikan antibiotic serta vitamin semoga kondisi burung tidak drop/lemah.
  • Oleskan obat khusus snot (anda sanggup peroleh di toko burung) dengan memakai tisu pada pecahan mata.
  • Hentikan santunan makanan kangkung terlebih dahulu.
  • Tempat untuk minum usahakan yang berukuran kecil untuk menghindari lovebird mandi sendiri.
  • Semprotkan air rebusan daun sirih pada sangkar, air rebusan ini berkhasiat untuk membunuh basil semoga tidak berkembang biak.
  • Kotoran dalam kandang harus selalu dibersihkan.
  • Dalam melaksanakan pengobatan, sebaiknya anda memakai sarung tangan guna menghindari tertularnya bakteri.

Baca Juga : Paket Usaha Lovebird Ombyokan Josan 70 Ribu

Penyakit Patek (cacar) Pada Lovebird

Penyebab terjadinya patek atau cacar unggas yakni strain virus cacar, virus jenis ini juga sanggup menyerang lovebird kesayangan anda. Resiko maut unggas yang terkena patek/cacar sangat tinggi dan bersifat menular. Penularan virus ini sanggup melalui nyamuk, terjadinya tabrakan atau kontak eksklusif dengan permukaan burung yang terkena patek. Penyakit patek terdiri dari dua jenis, yaitu patek kering (cutaneous) dan patek basah.

Patek Kering

Jenis penyakit ini pada umumnya akan menyerang kulit dengan timbulnya kutil pada pecahan tubuh tanpa bulu menyerupai pecahan sekitar mata, pangkal paruh, dan kaki.
Burung yang terkena patek/cacar sanggup dilihat dari tandanya:

  • Adanya kutil pada pecahan yang tidak berbulu
  • Jika virus ini sudah hingga mengganggu system terusan makan, maka burung akan terlihat kurus dan lemah.
  • Pernafasan burung menjadi tersengal-sengal.

Patek Basah

Baca Juga : Jual Pakan Racikan Lomba 

Burung yang terkena patek berair biasanya akan terdapat bercak putih yang menyerang selaput dimulut, kerongkongan, trakea, paru-paru. Akibat terjadinya patek berair ini maka system pernapasan burung akan terganggu dan kesulitan dalam makan.

Patek berair juga merupakan jenis penyakit yang menular. Penularan penyakit ini sama menyerupai penyakit patek kering diatas. Untuk proses pengobatannya juga sama dengan jenis penyakit patek kering.

Penyakit Nilet Pada Lovebird

Penyakit nyilet yakni tulang dada yang terlihat menonjol atau dengan bahasa lain prominent keel/prominent breast bone. Dada nyilet sering diidentikan alasannya yakni kekurangan gizi, namun tidak semua LB yang nyilet alasannya yakni asupan gizi yang kurang, sanggup juga alasannya yakni adanya penyakit.

Penyebab umum terjadinya permasalahan nyilet pada lovebird antara lain:

  • Kandungan gizi pada makanan yang kurang.
  • Kurangnya porsi makan burung.
  • Burung terkena penyakit gondok.
  • Burung mengalami keracunan materi logam berat.
  • Adanya permasalahan pada paruh.
  • Adanya gangguan benalu yang menyerang lovebird, seperti: Cacing gelang, giardia, lalat, kutu, serta tungau kulit.
  • Terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, jamur, dan virus.
  • Penyakit yang sanggup menimbulkan penurunan berat tubuh lovebird antara lain PDD (Proventricular Dilatation Disease), Aspergillosis, Psittacosis, Avian tuberculosis, Candida, Avian polyoma, WNV (west nile virus).

Pengobatan lovebird nyilet

  • Burung dikarantina/diisolasi dalam kandang yang dikerodong.
  • Hentikan proses mandi dan penjemuran terlebih dahulu.
  • Berikan obat khusus nyilet (bisa di peroleh di toko burung)
  • Bersihkan kotoran burung setiap hari.

Penyakit Tetelo Pada Lovebird

Tetelo merupakan penyakit yang menyerang system saraf burung. Tanda-tanda lovebird terkena tetelo yakni menggeleng-gelengkan kepala menyerupai terkena stroke.

Cara mengobatinya sama menyerupai pada lovebird yang terkena snot diatas, yang membedakan yakni jenis obatnya. Gunakan obat khusus untuk tetelo atau obat khusus syaraf yang banyak dijual di toko burung.

Kaki Lemas Pada Lovebird

Penanganan lovebird yang kakinya lemas yakni dengan mengkarantina terlebih dahulu, kemudian kompres kaki dengan memakai air hangat dilanjutkan dengan mengurut kaki memakai minyak tawon 2 kali sehari (lamanya pengurutan sanggup anda sesuaikan sendiri).

Penyakit Berak Kapur

Lovebird yang kotorannya menyerupai kapur atau biasa disebut dengan berak kapur, cara mengobatinya yakni dengan memperlihatkan bawang putih untuk dimakan. Potong bawang putih berukuran kecil-kecil kemudian taruh pada wadah makanan (cukup setengah siaung saja).

Lovebird Cabut Bulu

Cabut bulu yang dilakukan lovebird bukan hanya alasannya yakni adanya kutu atau kekurangan vitamin, namun sanggup alasannya yakni menderita stress fisiologis. Penyakit ini juga kerap terjadi pada burung paruh bengkok lainnya.

Baca Juga : Jual Tempat Pakan Dispenser Akrilik 

Stress fisiologis timbul akhir hidup menyendiri dalam sangkar, menyerupai yang kita tahu bahwa lovebird merupakan tipe burung yang bahagia berkoloni. Sehingga kalau mengalami hidup sendiri maka sanggup menciptakan burung stress secara fisiologis, salah satunya yakni hilangnya komunikasi dengan sesama lovebird serta tidak mendapat pasangan.

Akibat keadaan yang menyerupai itu maka burung menjadi stress dan meluapkan kegelisahannya dengan cara mencabuti bulu-bulunya. Solusi terbaik pada burung yang cabut bulu akhir stress fisiologis yakni dengan mencarikan jodoh guna melampiaskan hasrat biologisnya.

Itulah beberapa permasalahan Penyakit Pada Burung Lovebird yang biasa terjadi pada perawatan burung lovebird, semoga sanggup bermanfaat bagi para pecinta burung yang populer dengan ngekeknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *